Urband Legend Dari Kehidupan Nyata

Urband Legend Dari Kehidupan Nyata

Urban legend adalah mitos ataupun legenda yang beredar di masyarakat luas. Cerita – cerita tersebut seringkali dipercaya orang – orang sebagai sebuah kebenaran. Kebanyakan urban legend berisi tentang horror, misteri, hantu, roh dan sebagainya. Cerita urband legend belum bisa dibuktikan kebenarannya, bahkan banyak sekali cerita urban legend yang dibesarkan sampai jadi sebuah kepercayaan.

Urban legend umumnya beredar di seluruh bagian negara bahkan sampai ke setiap daerahnya. Tentunya cerita – cerita tersebut sudah menjalar dari kuping ke kuping sampai jadi besar. Namun dibalik semua urban legend yang terkenal tersebut, ada beberapa urban legend yang tidak dikenal oleh masyarakat luas. Seakan bahwa mereka ditutupi oleh bayangan hitam yang lebih besar.

Berikut adalah beberapa urban legend yang diambil dari kisah nyata.

 

1. Cerita Pembunuh Bernama Alice

Cerita Pembunuh Bernama Alice

Kejadian ini terjadi pada 1999 hingga 2005, pembunuhan terjadi dengan sebuah kartu yang saling terhubung pada 5 korbannya. Sasaki Megumi, wanita berumu 29 tahun ini memiliki sebuah restoran dan menjadi korban pertama. Seorang wanita dengan mulut tajam terhadap karyawannya ini memiliki kemampuan memasak yang handal dikarenakan ia cinta terhadap pekerjaanya. Sasaki menghadiri sebuah pesta dan pulang pada dini hari dalam keadaan sedikit mabuk, esoknya ia ditemukan tewas dengan berbagai potongan tubuh tertancap di pohon. Polisi menemukan sebuah kartu remi Jack dengan tulisan “alice”

 

Yamane Akio menjadi korban kedua. Merupakan sebuah anggota band indie dan dikenal orang sebagai pria baik hati dan normal. Namun pada februari 2001, ia ditemukan menghilang. Laporan orang hilang sudah dilakukan kerabat dan kekasihnya. Saat memeriksa kamera pengawas, ia melihat orang berkerudung misterius masuk dan keluar lagi membawa kantung besar. Seminggu setelahnya, di tempat band akio sering tampil, pemilik bar menemukan mayat akio dengan tenggorokan robek dan bekas tembakan. Ditemukan kartu King bertuliskan “alice” kembali.

 

Sakura Kai jatuh sebagai korban ketiga dari pembunuh tersebut. Gadis manis yang memiliki banyak teman, tiba – tiba menghilang seminggu sebelum kelulusan sekolahnya. Keluarganya panik dan melakukan berbagai cara agar Sakura ditemukan. Kemudian Sakura ditemukan tidak bernyawa dan dalam kondisi termutilasi. Kuburannya ditandai dengan kartu Queen

 

Kakak beradik bernama Hina dan Hayato menjadi korban terakhir pembunuhan “alice”. Mereka berdua sangat akrab sampai jarang sekali terlihat bertengkar. Namun pada malam hari mereka ditemukan tak bernyawa dengan lengan memiliki bekas tusukan. Pembunuh diduga menyuntikan mereka dengan obat mematikan. Masing – masing dari mereka memegang satu buah kartu as yang jika disatukan menjadi kata “alice.

 

2. Charlie No Face

Charlie No Face

Sosok dari Raymond Robinson atau yang biasa kita kenal sebagai Charlie No Face ini memiliki wajah yang hancur. Selain kulit yang berwarna hijau, ia memiliki bekas luka kabar disertai dengan mata, hidung, telinga dan wajah hancur. Ia juga sempat dijuluki sebagai green man. Dimulai pada tahun 1919, ia ingin melihat sarang burung di sebuah jembatan bernama jembatan Wallace Run. Ia kemudian secara tidak sengaja tersengat listrik berkekuatan 11 ribu Volt.

 

Ia lebih memilih untuk keluar rumah saat hari sudah gelap. Ia tidak bermaksud menakut – nakuti para pejalan kaki ataupun pengendara yang lewat. Ia berjalan pada malam hari dikarenakan ia tidak mau dilihat orang pada siang dan tidak mau membuat mereka takut. Raymond seringkali ditemukan pingsan dijalan dikarenakan mabuk.

 

Ia dikenal baik hati dan ramah oleh orang – orang disekitarnya. Mulai dari keponakannya yang bercerita bahwa ia suka berkebun sampai mendaki gunung yang ada di belakang rumahnya. Tetangganya pun bercerita bahwa Raymond adalah orang yang baik hati. Ia sering berbagi rokok dan bir sambil bercerita di malam hari. Namun kisah hidup raymond terkadang menyedihkan.

 

Ia kerap menjadi bahan guyonan bagi para pengendara yang sengaja ingin menjahili raymond. Ia pernah diberi sebotol bir yang ternyata adalah air urin. Pernah ditawarkan diberi tumpangan lalu diturunkan di antah berantah.

 

Setelah ia hidup selama 70 tahun, ia memutuskan beristirhat di panti jompo. Ia meninggal pada 11 Juni 1985. Walaupun Raymond sudah meninggal, rumor tentang Charlie no Face terkadang masih menghantui jalan yang biasa Raymond lalui.

Baca juga : Babi Ngepet, Babi Pencuri Harta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *