Tanaman paling mematikan di seluruh dunia

Tanaman paling mematikan di seluruh dunia

Tanaman memang sebuah makhluk hidup walaupun tidak bisa kita lihat proses kehidupannya. Tanaman kerap kita koleksi atau pelihara untuk mempercantik suasana atau mengoleksi jenis – jenis mereka yang langka. Banyak pecinta tanaman yang menanam tanamanan di halaman rumah ataupun di dalam rumah sekalipun. Mereka memelihara tanaman karena perawatannya yang cenderung mudah. Hanya cukup diberi air secara rutin dan menaruh mereka dibawah sinar matahari setiap hari.

Mereka memilih tanaman jga karena dianggap tidak berbahaya dan tidak menimbulkan ancaman karna sifat tanaman yang cenderung pasif. Tapi bagaimana jika tanaman itu bisa melukai anda, meracuni anda atau bahkan bisa menghilangkan nyawa anda? Di dunia ini memang terdapat beberapa tanaman yang dirancang khusus memiliki sebuah racum atau perlindungan diri dari para pemangsanya. Bagi  kalian yang bertemu tanaman ini lebih baik kalian berhati – hati atau hal – hal yang tidak diinginkan bisa terjadi.

Berikut adalah Tanaman paling mematikan di seluruh dunia yang tidak boleh anda konsumsi sama sekali.

1. Pohon Bunuh Diri (Cerbera Odollam)

Cerbera Odollam

Dari namanya saja bisa kita simpulkan bahwa pohon ini bukanlah pohon yang ramah. Cerbera Odollam atau biasa dikenal pohon bunuh diri berasal dari famili Oleander yang dikenal berbahaya bagi manusia. Cerbera Odollam mengandung biji yang didalamnya mengandung senyawa bernama Cerberin. Bila anda terpapar senyawa Cerberin, efek yang ditimbulkan adalah detak jantung yang tidak beraturan bila sang korban menelan atau mengkonsumsi biji Cerbera Odollam terlalu banyak.

Disebut sebagai pohon bunuh diri karena pohon ini bertanggung jawab atas kasus bunuh diri pada tahun 1989 hingga 1999 di Perancis. Sekitar 500 orang harus meregang nyawa karena pohon ini. Tanaman ini konon rasanya mirip dengan rempah – rempah yang terdapat pada makanan. Terkadang racun ini juga sering diabaikan pada saat proses otopsi padahal racun ini bisa jadi penyebab kematian sang pasien. Racun di pohon ini juga sering dijadikan senjata pembunuh oleh para pemburu.

2. Pohon Kecubung

Pohon Kecubung

Pohon yang masih satu keluarga dengan pohon lonceng ini ternyata bisa menjadi senjata mematikan bagi yang tidak sengaja mengkonsumsinya. Kecubung sudah tidak asing lagi terdengar di Tanah Air kita karena sudah banyak kasus yang dilaporkan para remaja mabuk kecubung. Kecubung juga terkenal akan kontribusinya dalam dunia peracunan dan kerap dijadikan sebuah psikotropika alami yang dapat melumpuhkan korbannya hingga sang korban tidak sadarkan diri.

Di Indonesia sendiri, kecubung mempunyai  2 jenis yaitu Datura dan Metel. Sebenarnya tanaman ini jika dosisnya diolah dengan tepat maka dapat menghasilkan khasiat yang baik. Bahkan tanaman ini bisa menyembuhkan asma, pegal linu, rematik dan bisul. Namun jika anda mengolahnya secara asal, tanaman ini memiliki efek yang tidak main – main. dikarenakan tanaman ini mempunyai racun bernama risin yang sangat berbahaya. Kemungkinan terburuk dari racun risin adalah kematian.

Remaja Indonesia kerap menggunakan tanaman ini sebagai bahan mabuk padahal sangat berbahaya jika dosis yang digunakan berlebihan.

3. Dumb Cane (Dieffenbachia)

Dieffenbachia

Tanaman yang kerap anda temukan di pekarangan rumah ataupun di rumah – rumah makan ini memang menjadi salah satu tanaman yang digunakan sebagai hiasan. Dieffenbachia ternyata memiliki sebuah zat alami pada tumbuhan yang bernama kristal kalsium. Sel – sel ini hanya dapat anda lihat jika anda memperbesar daun Dieffenbachia sebesar 600 kali. Dieffenbachia atau dumb cane tidak boleh dikunyah atas alasan apapun atau anda bisa merasa kesakitan.

Ketika Dieffenbachia makaj akan terjadi iritasi di dalam mulut. Partikel kristal kalsium akan membuat mulut mengeluarkan air liur secara berlebihan dan pembengkakan mulut. Pada kasus langka, kristal kalsium menyebabkan  iritasi parah yang bisa membuat lidah iritasi berat beserta mulut dan tenggorokan. Iritasi parah ini bisa menyebabkan  jalur pernapasan menjadu tertutup dan menyebabkan kematian. Pada kulit, Dieffenbachia bisa memberikan racun yang berefek gatal dan gatal dan iritasi.

Di Indonesia sendiri, Dieffenbachia disebut dengan nama Sri Rejeki. Sri Rejeki sangat umum dipelihara oleh masyarakat Indonesia di pekarangan ataupun di dalam rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *