Simanis Penunggu Jalan Dijembatan Ancol

Simanis Penunggu Jalan Dijembatan Ancol

Bagi warga ibukota, mungkin sudah tak asing lagi mendengar tentang si manis jembatan ancol. Urban legend satu ini kerap didenger olah orang – orang yang melewati jembatan ancol. Sebuah kisah tragis yang berujung terror di lokasi jembatan ancol.

Si manis kerap mengganggu pengguna jalan khusunya pada malam hari. Si manis lebih sering memilih korban yang berjenis kelamin pria. Bukan tanpa alasan, itu karena masalalu si manis yang hancur karna pria.

Menurut berbagai versi, terdapat 2 versi yang menceritakan si manis ini.

  1. Versi Pertama

Versi Pertama

Untuk cerita pertama dikisahkan ada seorang perempuan cantik nan jelita bernama maryam. Maryam bekerja pada seorang pedagang tua kaya raya yang sudah memiliki seorang istri. Dikarenakan penampilan maryam yang sangat menarik, sang majikan pun meyimpan rasa terhadap maryam dan ingin menikahinya. Saat sang majikan melamar maryam, maryam pun menolak karena mengetahui niat sang majikan ingin mejadikannya sebagai selir. Maryam pun kabur dari rumah tersebut karena tidak ingin menikah.

Mengetahui maryam kabur, sang majikan pun geram dan menyewa beberapa preman untuk mengejar dan menangkap maryam. Maryam pun terkejar dan tertangkap oleh para preman tersebut dan tidak bisa melawan. Mungkin karena melihat wajah cantik dan tubuh indah maryam, para preman tersebut tergoda dan akhirnya memperkosa dan membunuh maryam. Padahal perintah majikan maryam hanya menangkap dan mambawa kembali maryam ke tempat sang majikan.

Para preman tersebut panik dan membuang jasad maryam ke kawasan sawah yang saat ini dikenal dengan jembatan ancol. Arwah maryam tidak tenang dan sampai saat ini terus meneror para laki – laki yang berani lewat saat malam.

  1. Versi Kedua

Versi Kedua

Pada awal abad 19, sekitar tahun 1817, hidup seorang gadis cantik bersama dengan ibunya, yaitu Mak Emper. Gadis tersebut bernama Siti Ariah. Siti Ariah bersama Ibunya Mak Emper hidup di sebuah paviliun milik majikannya yang kaya raya. Setelah Ariah tumbuh dewasa, majikannya jatuh cinta terhadap ariah dan berminat untuk menikahi Ariah agar suatu saat nanti bisa dijadikan simpanan majikan tersebut. Ariah sudah jelas menolak dan kemudian kabur karena tidak ingin menikah.

Namun entah nasib buruk apa yang menimpa Ariah, ia bertemu dengan seorang pedagang cina yang terkenal akan kelakuannya mempermainkan dan menyimpan wanita. Pedagang cina tersebut bertemu dengan Ariah dan sudah pasti ia langsung tertarik dengan ariah dan ingin mendapatkan Ariah untuk menjadi simpanan sang pedagang tersebut. Ariah pun kembali menolak dan kabur untuk kedua kalinya. Tak menyerah begitu saja, sang pedagang cina mengutus 2 orang preman untuk mengejar Ariah

Perjalan Ariah berakhir di sekitar danau sunter. Ia dicegat oleh preman tersebut lalu dibunuh. Tetapi, Ariah tetap melindungi harga dirinya sampai akhir, ia tidak diperkosa oleh para prean tersebut. Jasadnya dibawa lalu dibuang di sekitar jembatan ancol yaitu kurang lebih 400 m dari jembatan ancol yang sekarang kita kenal.

Konon katanya, Siti Ariah menjadi roh gentayangan karena ingin memberitahu ibunya. Ia tidak ingin ibunya terus mencari dia. Sementara itu, pedagang cina yang mengincar Aria tertangkap oleh belanda dan berakhir di tiang gantung. Alasan ia tertangkap karena sudah banyak kasus kejahatan yang dibuat oleh pedagang tersebut. Salah satunya adalah membunuh saudara iparnya sendiri karena hanya masalah cemburu terhadap wanita.

  1. Sebenarnya apakah Ada Si Manis?

Sebenarnya apakah Ada Si Manis
Banyak sumber yang mengatakan bahwa mereka sering melihat si manis menunggu seseorang yang melewat. Biasanya orang – orang langsung putar balik, namun jika ada yang berani lewat konon katanya si manis akan duduk di jok belakang sang korban. Namun ada cerita dari seorang paranormal yang mengaku sudah berkomunikasi dengan para penunggu jembatan tersebut. Ia mengaku bahwa memang ada sesosok penunggu wanita disana namun ia tidak mengetahui nama penunggu tersebut.

Penampilannya pun bukan seperti remaja, ia memiliki penampilan seperti wanita berumur 40 tahunan. Ditambah fakta bahwa baju yang makhluk tersebut kenakan selalu berganti – ganti. Masih diragukan keberadaan si manis ini di jembatan ancol, namun jembatan ancol memang memiliki suasana yang mencekam apalagi jika dilewati saat tengah malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *