Psikopat Cantik, Isabella Guzman

Psikopat Cantik, Isabella Guzman

Sebuah kasus pembunuhan sedang hangat – hangatnya di dunia maya karena kasus ini terbilang mengerikan namun juga menarik karena pelakunya adalah seorang wanita cantik. Isabella Guzman sedang menjadi perbincangan hangat lantaran telah membunuh ibunya sendiri tetapi tidak menunjukan ekspresi bersedih sama sekali. Ia bahkan terlihat bahagia dan lega setelah membunuh sang ibu, ekspersinya terlihat jelas saat sedang menjalani sidang.

Gadis berumur 25 tahun ini membunuh sang ibu dengan tusukan yang bertubi – tubi. Hal ini membuat sang gadis ditangkap oleh pihak berwajib dan langsung menjalani sidang. Hebatnya, di persidangan ia justru memberikan ekspresi bahagia dan puas. Hal ini menngundang perhatian orang – orang karena penasaran dengan apa yang ada di balik senyuman manis Isabella ini.

Berikut adalah beberapa psikopat cantik Isabella Guzman.

 

1. Kisah Hidup Isabella Guzman
1. Kisah Hidup Isabella Guzman

Kasus yang menghebohkan Colorado, Amerika Serikat ini dilakukan seorang gadis cantik. Gadis bernama Isabella Guzman ini lahir di sebuah keluarga yang tidak harmonis atau biasa disebut broken home. Kejadian bermula pada 7 tahun lalu tepatnya pada tahun 2013. Saat itu mulailah kehancuran melanda keluarga isabella. Sang ibu terus bertengkar dengan sang ayah hingga mengakibatkan kedua pasangan tersebut bercerai dan menghancurkan keluarga kecil mereka.

Sang ibu kemudian membawa anak perempuannya untuk menikah dengan pria lain. Entah karena ada masalah apa, isabella mulai tak sepaham dengan sang ibu dan mulai membencinya. Ia mulai mengirimkan e-mail berisi ancaman kepada sang ibu. Sang ibu sempat menelpon pihak berwajib karena menganggap ancaman Isabella itu serius. Namun tindakan tersebut sia – sia. Tidak terlalu jauh waktu sang ibu menelpon, isabella sudah melancarkan aksinnya.

Sang ayah tiri menyaksikan langsung kejadian dimana hubungan anak dan ibu berakhir mengerikan.

 

2. Menusuk Ibunya Sebanyak 79 Kali
2. Menusuk Ibunya Sebanyak 79 Kali

Kejadian puncak dimulai ketika sang ayah tiri yang bernama Ryan Hoy sedang menikmati hidangan makan malamnya. Pada sekitar jam 10 malam Ryan panik dan berusaha menelpon 911 dikarenakan sang istri sedang dieksekusi oleh sang anak tiri di dalam anak tiri. Ia mengaku sang istri baru saja pulang bekerja dan sedang bersiap – siap naik keatas untuk membersihkan diri. Kemudian Ryan mendengar suara dentuman keras diiringi suara teriakan istrinya memanggil namanya.

Ryan pun panik dan segera naik keatas dan benar saja Isabella sedang menyiksa sang istri dan dia langsung dengan reflek mengunci pintu saat tahu Ryan menghampirinya. Tidak lama Ryan melihat darah mengalir lewat celah – celah pintu.  Ia kemudian keluar dan hanya menatap lurus menuruni tangga dan melewati Ryan. Ryan yang saat itu masih dalam keadaan syok hanya mampu diam dan bergetar.

Ia mengaku telah menghabisi nyawa ibunya ini dengan menusukan pisau sebanyak 79 kali.

 

3. Diduga Menderita Skizofrenia Paranoid
3. Diduga Menderita Skizofrenia Paranoid

Perilaku Menyimpang dari Isabella sudah terlihat sejak ia membunuh ibu kandungnya sendiri. Ia melewati ayah tirinya tanpa sepatah kata pun dan langsung pergi ke minimarket untuk membersihkan diri. Ia mengaku pada pegawai minimarket bahwa ia diperkosa dan meminta agar tidak menelpon polisi atau mengantar pulang. Ia kemudia dibekuk oleh anggota kepolisian setelah lebih dari 16 jam dan menghadapi persidangan. Saat di persidangan pun ia menunjukan sifat – sifat tidak normal.

Saat ia menjalani persidangan ia kerap terlihat tertawa dan juga menunjukan senyum seakan – seakan ia merasa puas dan bahagia setelah membunuh sang ibu. Ia divonis tidak bersalah dan dibawa ke rumah sakit jiwa. Menurut dokter bernama Richard Pounds, ia sering menatap ruang kosong dan berbicara sendiri sambil tertawa tidak jelas. Ia divonis oleh sang dokter menderita Skizofrenia Paranoid. Ia juga sering membual tidak jelas dan berkata bahwa membunuh ibunya itu untuk menyelamatkan dunia.

Isabella Guzman akan mendapat perawatan sampai ia tidak lagi menjadi ancaman untuk orang lain, lingkungan maupun dirinya sendiri. Namun dilihat dari kondisi Isabella, ia kemungkinan akan mendekap di rumah sakkit jiwa hingga akhir hayat.

Baca juga : Psikopat Terkejam di Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *