Penyiksaan Paling Sadis Sepanjang Sejarah

Penyiksaan Paling Sadis Sepanjang Sejarah

Setiap manusia memiliki sebuah aturan yang harus dijalani selama ia hidup di masyarakat. Pribadi tersebut tidak bisa melakukan hal semena – mena dan merugikan apa yang ada di lingkungannya. Jika ada pribadi yang ketauan melanggar atupun tidak menuruti aturan yang ada, maka pribadi  tersebut akan dikenakan sanksi. Sanksi ada untuk membuat pribadi tersebu jera dan tidak mengulangi  kesalahan yang ia perbuat. Banyak jenis – jenis sanksi yang ada di masyarakat mulai dari sanksi biasa, sanksi sosial hingga sanksi yang menyakitkan.

Sanksi yang dilakukan pada jaman dahulu ternyata terbilang sangat mengerikan. Semua jenis sanksi mengarah ke penyiksaan. Penyiksaan sendiri memiliki arti yaitu tindakan yang bisa membuat orang merasakan penderitaan baik secara fisik dan mental yang dilakukan secara sengaja terhadap seseorang untuk memberikan desakan, efek jera, hukuman, interogasi dan masih banyak lagi. Penyiksaan kerap terjadi kepada para tawanan perang dan juga orang – orang pada jaman dahulu karena masih kurangnya Hak Asasi Manusia pada jaman itu

Berikut adalah Penyiksaan Paling Sadis Sepanjang Sejarah.

1. Tikus dan Ember

Tikus dan Ember

Ini adalah salah satu metode paling mengerikan dan meyakitkan yang pernah ada di dunia. Metode ini membuat sang korban merasa sangat sakit untuk jangka waktu yang cukup lama. Semakin lama maka sang korban akan semakin merasa sakit yang luar bisa mengerikan. Metode ini adalah memasukan tikus ke dalam sebuah ember besi lalu dipanaskan dengan bara diatas. Penyiksaan mengerikan yang melibatkan tikus sebagai alat penyiksa pertama kali digunakan pada abad ke – 17.

Sang korban yang diketahui bersalah dengan kesalahan berat akan dimasukan kedalam satu ruangan kedap suara. Kemudian sang algojo akan membawa sebuah ember dan seekor tikus yang cukup besar. Ia akan meletakan sang tikus diatas perut korban dan kemudian akan ditutup dengan ember. Sang algojo akan menaruh bara diatas ember besi tersebut yang kelamaan akan membuat ember panas. Sang tikus yang kepanasan akan panik dan mencari jalan keluar dengan cara menggerogoti perut korban.

Efek panas ditambah perut tercabik – cabik memberikan efek sakit yang amat luar biasa bagi si korban yang kemudian akan tewas dengan penuh kesakitan.

2. Judas Cradle

Judas Cradle

Salah satu penyiksaan dengan metode tidak manusiawi jatuh kepada penyiksaan Judas Cradle. Metode ini memberikan rasa sakit luar biasa kepada korban dalam waktu yang bahkan bisa berhari – hari tergantung lamanya sang korban bisa bertahan. Hukuman yang ada pada jaman pertengahan ini membuat kita menarik napas lega karena kita tidak dilahirkan pada jaman mengerikan tersebut. Metode ini digunakan oleh para penyiksa untuk mengorek infoormasi dan rahasia dari musuh – musuhnya yang tertangkap.

Sang korban akan diikat sedemikan rupa sehingga jika korban menggerekan tangan atau kaki, kaki dan tangan lain juga akan bergerak. Korban akan diangkat kemudian akan diturunkan secara perlahan. Alatnya sendiri berbentuk piramida dengan ujung tajam yang digunakan untuk menembus anus korban. Anus korban akan terus ditembus karena di setiap ujung kaki dan tangan korban diberi pemberat. Bukan hanya rasa sakit yang luarbiasa, Mereka juga akan meringis karena infeksi akibat alat yang jarang dibersihkan.

Alat Judas Cradle dipenuhi kotoran dan darah korban yang dibiarkan begitu saja.

3. Breaking Wheel

Breaking Wheel

Penyiksaan ini menggunakan sebuah alat bernama Breaking Wheel atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Roda Pemecah atau Roda Catherine. Digunakan pada awal zaman modern tepatnya pada abad ke – 19. Luka – luka yang dihasilkan roda pemecah ini berbentuk simteris yang berarti ada orang yang mengeksekusinya. Metode ini masuk kedalam salah satu metode paling sadis yang digunakan manusia untuk menghukum sesama manusia karena kesalahan.

Sang algojo akan mengikat pelaku di sebuah alat yang berbentuk roda besar dengan keadaan terlentang. Roda kemudian diputar oleh algojo lain dan algojo lainnya langsung menghantam sang pelaku dengan palu sampai meremukan badannya. Roda ini akan terus diputar dan sang korban akan terus dipukul sampai tewas. Biasanya korban yang ditemukan setelah menjalani metode ini mengalami tulang – tulang hancur dan tentu saja tewas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *