Pembunuh Bayaran Paling Mengerikan di Indonesia

Pembunuh Bayaran Paling Mengerikan di Indonesia

Setiap orang di dunia ini butuh pekerjaan untuk mencari nafkah untuk melanjutkan kehidupan. Baik untuk memenuhi  dirinya sendiri, orang lain, ataupun keluarga mereka. Banyak jenis pekerjaan di dunia ini yang tersedia tergantung dengan apa keahlian tersebut. Biasanya cukup dengan kita memenuhi target maka kita akan diberi upah sesuai dengan perjanjian. Namun ada beberapa pekerjaan yang melanggar hukum di dunia ini.

Ya, ada beberapa pekerjaan yang sifatnya berkecimpung di dunia gelap. Seperti pengedaran narkoba, penyelundupan barang, judi bahkan sampai harus membunuh sesama manusia. Di dunia ini tedapat perkerjaan dimana kita dibayar seseorang untuk membunuh target yang telah ditentukan olek Klien. Biasa yang menggunakan jasa ini adalah orang – orang berpengaruh yang memilki masalah pribadi terhadap seseorang dan tidak ingin ambil pusing.

Berikut adalah pembunuh bayaran yang terkenal dan mengerikan  di Indonesia.

 

1. Iwan Cepi Murtado
1. Iwan Cepi Murtado

Nama Murtado sendiri diambil dari ayahnya yang bernama Murtado, terkenal sebagai jagoan Betawi dengan julukan “Macan Kemayoran”. Pernah maranah di dunia militer Indonesia namun harus keluar. Namun sayang, jejak karir di dunia militer harus tercoreng saat Iwan harus menyandang gelar sebagai “ Pembunuh Bayaran Paling di Takuti di Indonesia.” Bahkan nama Iwan sudah sangat terkenal di dunia mafia dan dunia gelap.

Ia mengaku sudah membunuh sejak tahun 1970  dan selalu mendapat pesanan dari seorang konglomerat dan orang berpengaruh. Ia tidak pernah sekalipun memikirkan nasib korban dan hanya fokus terhadap bayaran yang saat itu berkisar 2 juta sampai 25 juta. Ia selalu memata – matai sang calon korban dari jauh – jauh hari sebelum menghabisinya.

Iwan sudah tobat dan pernah menjalani masa hukuman selama 10 Tahun. Ia mengaku menyesal pada kasus yang terakhir karena korbannya perempuan. Iwan juga tidak mau menyebutkan berapa banyak korban pembunuhannya.

 

2. Umar Jaya
2. Umar Jaya

Disebut – sebut sebagai pembunuh bayaran paling legendaris di Indonesia, cerita hidup Umar Jaya ternyata luar biasa. Ia ditanggap pada 17 September 2015 dan ternyata catatan kriminalnya bukan main – main. Bahkan ia mengaku sudah menghabisi nyawa pemilik salah satu kampus di Padang pada tahun 1996 dengan bayaran uang 100 juta. Umar menjalankan aksinya ini bersama dengan kawannya dan ditangkap lalu dijatuhi hukuman selama 11 tahun penjara. Ia akhirnya bebas pada tahun 2011 silam.

Namun, setelah 11 tahun dipenjara, tidak membuat Umar menjadi gentar. Ia malah melakukan aksi penjambretan di beberapa titik kota dengan metode yang sadis di Jambi. Bahkan ia tidak segan – segan membunuh korbannya tersebut. Umar dilaporkan lari dengan uang 80 juta dengan 1 orang korban. Aksi Umar juga dilanjut pada tahun 2014 bersama dengan 7 orang komplotannya membawa lari emas 500 Gram dengan uang 90 juta.

Ia saat ini menjadi buronan Polres Limapuluh Kota.

3. Gunawan Santoso
3. Gunawan Santoso

Salah satu narapidana yang bisa melarikan diri dari LP Cipinang ini adalah Narapidana mati kasus pembunuhan direktur utama PT Aneka Sakti Bakti, Budyharto Angasono. Ia kabur dari selnya yang terdapat di Blok C nomor 110. Gunawan memang pintar dalam memainkan perannya di dunia kriminal. Ia sudah berkali – kali melepaskan diri dari jeratan hukum setelah 3 kali ditangkap. Pertama saat ia kabur di LP Kuningan, di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat dan terakhir di LP Cipinang. Perjalanan kisah mafia Santoso dimulai saat ia berada di GOR.

GOR yang berada di Pluit ini menjadi saksi bisu dimana 2 orang pria tewas dengan penuh luka tembakan. Setelah ditelusuri lebih jauh ternyata itu adalah Direktur Utama PT Asaba yaitu Budyharto dan pengawalnya bernama Edi Siyep yang merupakan Sersan Kepala TNI. Kemudian polisi menangkap 4 orang tersangka dan mereka sepakat menuding bahwa Santoso lah membunuh Budyharto yang kebetulan adalah mantan mertuanya sendiri.

Akhirnya polisi menangkap Santoso dan menjebloskan ia kepenjara, seakan tak pernah menyerah ia dilaporkan sudah kabur sebanyak 3 kali. Sang narapidana mati ini dikabarkan masih kabur dan sampai saat ini polisi belum bisa menemukan keberadaan Santoso.

Baca juga : Kasus Pembunuhan Misterius di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *