Pandemi Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah

Pandemi Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah

Saat ini bumi kita sedang dilanda oleh sebuah pandemi yang mematikan. Pandemi tersebut adalah Corona Virus atau biasa dikenap sebagai COVID – 19. Pandemi ini diketahui berasal dari Cina yaitu kota Wuhan. Pandemi ini diduga berasal dari makanan Wuhan yang terkenal ekstrim yaitu kelelawar. Virus yang menyebar dari orang ke orang ini menyerang sistem pernapasan. Mereka akan mengalami gangguan pernapasan hingga yang paling parah adalah kasus kematian. Korona telah memakan 927 ribu korban jiwa

Ternyata pandemi yang terjadi di Dunia ini bukan cuma korona saja. Bahkan pandemi – pademi yang terjadi pada jaman dahulu dikenal lebih mematikan dan menelan ratusan juta orang. Kurangnya pengetahuan dan teknologi yang belum semaju sekarang menjadi salah satu kenapa bisa menelan begitu banyak korban jiwa. Bahkan jika dibandingkan kematian korona pada masa ini, pandemi pada masa itu jauh lebih mengerikan daripada pandemi korona pada saat ini.

Berikut adalah Pandemi Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah.

1. Black Death

Black Death

Pandemi yang sudah menghabiskan lebih dari setengah populasi Eropa selama kurang dari 4 tahun. Pandemi ini dinamakan Black Death yang sudah memakan lebih dari 200 juta jiwa orang – orang di Eropa. Banyak spekulasi tentang bagaimana virus ini bisa tersebar dan membunuh begitu banyak penduduk di Eropa. Ada beberapa sumber yang percaya bahwa Black Death muncul karena masih berhubungan dengan karantina. Bukannya malah mencegah penyakit menyebar, karantina justru membawa mimpi buruk kepada orang – orang masa itu.

Sebuah Kota Ragusa di Italia mempunyai sebuah pelabuhan yang cukup sibuk. Kebanyakan dari mereka adalah para pedagang dari jalur sutra yang ingin berjualan ke Eropa. Namun, ternyata mereka membawa sebuah penyakit yang penyebarannya luar biasa cepat. Black Death akan membuat kelenjar getah bening menjadi membengkak disetiap bagian tubuh dan juga bisa sampai sebesar telur. Setelah terkena Black Death mereka akn perlahan – lahan meninggal dan wabahnya menyebar lewat pernapasan, binatang hingga sentuhan dengan sangat cepat.

Sepertiga dari penduduk Eropa harus meregang nyawa akibat penyakit ini.

2. Plague of Justinian

plague of justinian

Salah satu wabah yang tercatat sebagai wabah paling mengerikan dalam sejarah hidup manusia. Wabah ini menginvansi kota Konstantinopel, ibu kota kerajaan Byzantine. Pandemi yang terjadi pada tahun 541 Masehi ini disebabkan oleh Virus yang nantinya akan mendatangkan pandemi ke bumi lagi yaitu Yersinia pestis. Bakteri ini dibawa oleh kapal – kapal mesir yang berlayar lewat laut Mediterania yang penyebab utamanya adalah tikus hitam yang bersarang di kapal mereka. Akhirnya wabah masuk ke kawaasan turki dan menyebabkan mimpi buruk.

Wabah ini langsung meruntuhkan kota Konstantinopel dan menyebar ke Eropa, Asia, Afrika dan Arab lebih cepat dari kobaran api. Virus mengerikan ini sudah menghabiskan setidaknya setengah populasi manusia pada masa itu yaitu 30 juta sampai 50 juta. Bahkan ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa kematiannya menyentuh angka 100 juta orang. Pada masa itu diketahui bahwa orang – orang yang selamat adalah orang – orang yang berhasil terinfeksi lalu membangun imunitas terhadap dirinya sendiri.

Pandemi ini dikenal sebagai pandemi paling dahsyat sepanjang sejarah manusia.

3. Spanish Flu

spanish flu

Pandemi mematikan selanjutnya terjadi pada tahun 1918 yang memporakrandakan Spanyol. Nama Flu ini pun disamakan dengan negara korbannya yaitu Spansih Flu yang berarti Flu Spanyol. Terjadi pada tahun 1918 sampai tahun 1920 Spanish flu sudah memakan korban sebanyak 20 samoai 100 juta orang hanya dalam kurun waktu 2 tahun. Bahkan penelitian menjelaskan bahwa perang dunia ke 1 menyebabkan korban jiwa yang lebih sedikit daripada flu spnayol. Wabah ini  masuk kedalam 3 wabah terparah di dunia.

Pertama kali diketahui penyebaraanya adalah saat perang dunia ke 1. Virus yang dinamakan Spanyol ini ternyata bukan berasl dari Spanyol. Virus – virus tersebut diduga berasal dari negeri Cina dan dibawa oleh para pekerja mereka ke seluruh dunia. Virus Spanyol menyerang sistem pernapasan yang kemudian menyebabkan Pneumonia. Para pasien Flu ini juga kebanyakan meninggal akibat Pneumonia. Pada 1919, Virus ini perlahan mulai hilang seiring dengan pertumbuhan imun para penderita yang berhasil bertahan dari Flu ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.