Mitos Orang Jawa

Mitos Orang Jawa

Tanah Jawa memang dikenal sebagai salah yang paling banyak memiliki cerita – cerita menarik. Tanah Jawa juga dikenal sebagai salah satu daerah yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia karena kental dengan nuansa – nuansa mistisnya. Mitos demi mitos pun tersebar luas kepada masyarakat Indonesia dari mulut ke mulut ataupun cara lain. Mulai dari Hantu, Budaya, Bangunan, Adat istiadat hingga Tata krama tanah Jawa memang memiliki cerita sendiri. Apalagi untuk para pendatang atau turis sangat disarankan untuk menjaga tata krama selama di pulau jawa.

Mereka menyebut semua itu adalah pamali. Banyak orang yang menganggap pamali ini sebagai hal yang sepele. Padahal pamali jika mengesampingkan hal – hal mistisnya, sangat relevan dengan hal – hal sehari – hari yang memang harus dijaga. Namun orang – orang tetap menganggap pamali sebagai sesuatu yang berhubungan dengan hal – hal gaib yang dipercaya akan mendatangkan kesialan bagi kita bila tidak mengikuti pantangan pamali.

Berikut adalah Mitos Orang Jawa

1. Jangan Duduk di Depan Pintu.

Jangan Duduk di Depan Pintu.

Larangan ini mungkin sudah sering kalian dengar dari orang tua saat kalian masih kecil. Jika kalian duduk di depan pintu atau di sela – sela pintu, orang tua kalian akan langsung menegur kalian. Mereka akan berkata bahwa kalian tidak akan / sulit mendapatkan jodoh jika terus duduk di depan pintu terutama perempuan. Percaya tidak percaya, mitos ini secara tidak langsung mengajarkan kita untuk bersikap sopan. Karena duduk depan pintu merupakan hal yang tidak sopan dan menghalangi orang yang lalu – lalang di sekitar pintu tersebut

2. Nyapu Tidak Bersih, Suami Brewokan.

Nyapu Tidak Bersih, Suami Brewokan.

Para orangtua sudah menanamkan kepada anak gadis mereka untuk menyapu dengan bersih. Menurut para orangtua, anak gadis tidak mau mendapat suami yang memilki tampang brewokan. Dari sinilah muncul pamali yang berbunyi bahwa jika menyapu tidak bersih, maka kelak sang suami akan brewokan. Hal ini juga secara tidak langsung mengajarkan sang anak untuk berperilaku bersih dan tidak setengah – setengah dalam hal kebersihan. Maka dari itu jangan malas menyapu jika tidak ingin mendapat suami yang brewokan.

3. Duduk Di Atas Bantal, Bisulan.

Nyapu Tidak Bersih, Suami Brewokan.

Mitos atau pamali yang ketika adalah duduk diatas bantal. Orang – orang jawa menganggap duduk diatas bantal adalah hal yang tabu dan dipercaya akan tumbuh bisul. Tidak heran jika ada anak kecil yang duduk diatas bantal dan kemudian dimarahi oleh ibunya. Bukannya apa, hal ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi bantal yang seharusnya. Kemudian bantal diperuntukan untuk kepala, akan tidak sopan jika tempat kepala kita gunakan sebagai alas bokong. Pamali ini secara tidak langsung mengajarkan kesopanan dan tata krama.

4. Bersiul di Malam Hari Bisa Memanggil Setan.

Bersiul di Malam Hari Bisa Memanggil Setan

Setan sudah menjadi ketakutan umum bagi banyak orang. Maka dari itu muncul sebuah pamali jika kita bersiul pada malam  hari, sama saja kita memanggil setan. Ternyata ini merupakan salah satu alasan kalau kita tidak boleh bersiul pada malam hari. Bukan karena setan, karena kita takut menganggu tetangga apalagi Tanah Jawa yang dikenal sunyi saat malam hari membuat suara siulan takut menganganggu para orang di sekitar. Namun ada saja yang menganggap memanggil setan benar adanya dikarenakan Tanah Jawa masih kental dengan mistis.

5. Keluar saat Senja Bisa Diculik Wewe Gombel.

Keluar saat Senja Bisa Diculik Wewe Gombel.

Wewe Gombel adalah salah satu makhluk halus yang gemar menculik anak – anak. Ia digambarkan sangat senang menculik anak – anak yang masih berkeliaran pada saat senja tiba. Muncullah mitos jangan keluar pada saat senja karena dipercaya wewe gombel akan menculik, khususnya anak – anak. Hal ini tidak sepenunya benar, mitos ini dibuat agar anak – anak tidak lagi bermain saat senja karna sudah waktunya istirahat dan malam sudah tiba. Menurut agama islam, senja adalah waktu untuk Solat Maghrib. Maka dari itu muncullah mitos ini untuk menakut – nakuti anak – anak agar berhenti bermain saat senja sudah tiba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *