MISTERI BATU BLENENG YANG MENYEBABKAN TERJADI KECELAKAAN

MISTERI BATU BLENENG YANG MENYEBABKAN TERJADI KECELAKAAN

FAKTA ATAU MITOS BATU BLENENG

 

Tidak asing lagi bagi para pengendara yang berpergian untuk jalan-jalan, pulang kampung bahkan mudik khususnya mereka yang menggunakan mobil atau bus biasanya menggunakan jalur yang satu ini. TolĀ cikopo-palimanan (cipali).

Tol cipali dibangun sejak 2011 dan pertama kali di gunakan 2015, tol cipali tidak jauh berbeda dengan jalan tol lainnya yang ada di pulau jawa. Tol cipali mencapai panjang 116 kilometer, sehingga menghubungkan daerah cikopo, purwakarta, palimanan, dan cirebon. Didominasi dengan jalan lurus, bentuk menikung dan membela bukit hanya ada di kilometer 181-182. Lokasi tersebut masuk wilayah desa walahar, kabupaten gempol, kabupaten cirebon, jawa barat.

Mitos yang berkembang pada masyrakat pada jalan tol cipali, dengan beradanya batu besar di pinggir jalan tol cipali. Lebih tepatnya di kilometer 181. Warga sekitar mengenalnya dengan nama batu bleneng. Jika dari arah jakarta-palimanan batu itu berada di sebelah kanan sedangkan bila dari arah cirebon batu itu berada di sebelah kiri, batu itupun berada di wilayah bukit yang bernama bukit salam yang sudah di sulap menjadi jalan tol. Sekitar warga yg tinggal di kaki gunung salam percaya bahwa batu bleneng memiliki kekuatan gaib sehinnga batu berukuran besar itupun tidak dapat di pindahkan atau di hancurkan. Banyak warga juga percaya batu bleneng adalah sumbat air raksasa. Konon katanya bila batu itupun di pindahkan maka air akan menyembur tanpa henti. Sejak 10 hari setelah di resmikan oleh presiden joko widodo, telah banyak terjadi 30 kecelakaan yang mengakibatkan tewas dan luka-luka.

Kalo dilihat dari tofograpi jalan tol ini, bisa disebabkan berapa hal. Faktor yang mungkin mendominasi adalah human error, karena jalan yang lurus panjang sehinnga pengemudi mengantuk. Adanya hal lain yang mungkin kecelakaan adalah berada nya tebing hasil dari pemotongan gunung salam dan mengapit di jalan tol. Masing-masing panjang tebing sekitar 300 meter sedangkan tinggi puncak tebing 40 meter.

Dan imbas dari pemotongan gunung salam menjadikan bentuk tol di kilometer 181-182 menjadi leter S. Sehingga membuat jalan menjadi berkelok dan menanjak. Buat kamu yang sering berkendara selalu hati-hati saat berkendara, dan selalu berfikir positif jangan memaksakan kondisi tubuh jika sudah kelelahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *