Mengenal Ilmu Pelet, Ilmu untuk Memikat Lawan Jenis

Mengenal Ilmu Pelet, Ilmu untuk Memikat Lawan Jenis

Terkadang seseorang tidak menyadari bahwa dia sedang dihancurkan oleh seseorang. Bisa jadi dia menolak secara halus atau kasar. Atau tidak ‘mengerti’ apa yang terjadi pada orang lain karena pesonanya.

Karena tidak pernah mendapatkan kepastian perasaan, terkadang hal itu mendorong seseorang untuk mengambil cara instan untuk memuluskan keinginannya. Ilmu pelet merupakan sarana seseorang untuk menaklukkan hati orang lain. Mengenai korban pelet bisa laki-laki atau perempuan dengan efektivitas yang sama.

Baca juga: 7 Pantangan Bagi Pengguna Ilmu Pelet Putih

Konon ilmu pelet bersumber dari kisah purba manusia yang mengalami kegagalan cinta, sehingga jiwanya mu’allaqoh (tergantung), mereka tidak lagi diterima di kahirat, melainkan tidak lagi di dunia, sehingga jiwa mereka menghantui para penghuni bumi yang lalai.

Menurut keterangan Ki Ageng Rogojiwo, jiwa manusia yang tidak diterima di akhirat tetapi tidak bisa lagi menghuni bumi bersemayam di dalam jiwa manusia penghuni bumi yang ingin menjadi sekutu. Mereka hadir secara ajaib dalam mantra dan ritual khusus dengan persembahan penuh. Sehingga saat spell dibacakan akan muncul sesuai dengan keinginan sekutunya. Atau mereka akan mendiami benda-benda tertentu milik manusia yang dijamin, terpesona dan diritualkan.

Cara Pelet Bekerja

Yang jelas mereka, makhluk gaib butuh media untuk bisa melakukan aksinya. Bisa melalui makanan, minuman, atau mantra yang diucapkan dan ditiup pada benda tertentu. Saat makanan dan minuman yang telah dimantrai sudah masuk ke tubuh korban, efeknya akan langsung terlihat.

Pengaruh ini akan muncul di otak bawah sadar. Itu melekat dalam di hati korban, sehingga korban akan terpengaruh oleh pikirannya. Ia akan terus terikat pada cinta palsu yang tidak bisa dipahami, bahkan rela melepaskan apapun yang berharga darinya. Termasuk keperawanan, kehormatan, bahkan rela mengorbankan rumah tangganya.

Cara Melepas Pelet

Menurut Ki Ageng Rogojiwo, ketika seseorang sudah terpengaruh pelet, tidak mudah melepaskannya. Kecuali harus ada upaya spiritual agar terbebas dari pengaruh ilmu pelet. Rukyah adalah salah satu jalan keluarnya. Dengan ayat suci Alquran, pengaruh pelet bisa hilang.

Selanjutnya melakukan ritual sesuai dengan adat istiadat di daerah masing-masing, misalnya dengan melakukan ruwatan, mandi di tempat tertentu di bawah bimbingan seorang guru spiritual.

Padahal, menurut Ki Ageng Rogojiwo, pengaruh pelet bisa hilang dari seseorang jika ingin bercermin pada air seni sendiri yang ditaruh di daun talas atau di batok kelapa muda. Jika seseorang bisa melihat wajahnya sendiri di air kencingnya, dia akan terlepas dari pengaruh pelletology yang menahannya.

Menurut Ki Ageng Rogojiwo yang merupakan pengasuh Rogojiwo Padepokan di Semarang, seseorang yang mampu melaksanakan shalat lima waktu dan mengaji dzikir pagi dan sore dengan menggunakan tasbihat, shalat dan istighfar, tidak akan terpengaruh oleh ilmu pelet. Mereka yang melakukan ritual mengoleskan pengajian mu’awidzatatain dan ayat kursi di sekujur tubuh setiap ingin tidur, juga akan terbebas dari pengaruh ilmu pelet.

Ki Ageng Rogojiwo menyatakan bahwa saat ini banyak manusia yang lalai. Mereka terlalu sibuk dengan urusan dunia, sehingga banyak yang meninggalkan ibadah wajib. Maka tidak heran jika banyak manusia yang begitu rentan terhadap ilmu sihir.

Demikian informasi tentang ilmu pelet.
Semoga bermanfaat.

Baca juga: Ciri Orang Terkena Pelet & Cara Mengatasinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.