Masa Kegelapan Orde Baru, Petrus.

Masa Kegelapan Orde Baru, Petrus.

Masa Orde Baru di Indonesia memanglah sebuah masa yang memiliki segudang cerita yang bisa diceritakan. Masa pemerintahan presiden ke 2, Soeharto memang membekas di benak masyarakat Indonesia sampai sekarang ini. Masa Orde Baru memiliki banyak dampak negatif dan positif yang terasa di masyarakat. Dampak positifnya yaitu murahnya sandang, pangan, papan yang tersedia pada masa itu hingga keamanan para warganya yang terjamin, aman dan sejahtera asalkan tunduk kepada Soeharto.

Namun dampak negatif yang terjadi pada masa itu cukup mengerikan untuk diingat. Soeharto membuat sebuah organisasi yang berisikan para penembak dengan kedok masyarakat biasa. Organisasi tersebut beranama Penembak Misterius atau biasa dikenal dengan Petrus. Petrus dibentuk oleh Soeharto dengan tujuan untuk memberantas kejahatan seperti preman, penjahat, pencuri dan sebagainya lagi. Namun ia kerap menggunakan Petrus untuk membantai para pembelot negara.

Berikut adalah sejarah mengenai Masa Kegelapan Orde Baru, Petrus.

1. Sejarah Petrus

Sejarah Petrus

Pada masa itu, rtingkat kriminalitas sedikit menjulang karena kurangnya pengawasan terhadap masyarakat. Disaat yang sama juga Kepala Kapolda Metro Jaya, Mayjen Pol Anton Soedjarwo berhasil membongkar dalang perampokan yang membuat warga resah. Setelah mengetahui kejadian itu, tak lama Soeharto meminta para aparat negara untuk memberantas kejahatan dengan efektif untuk mengurangi angka kriminalitas yang terjadi pada saat itu. Soeharato kembali menyatakan pendapatnya ini pada pidatonya di tahun 1982 pada 16 agustus.

Ternyata Ide Seoharto disambut dengan baik oleh sejumlah aparat negara seperti Kapolri, Kapolda dan Wagub DKI Jakarta pada 19 Januari 1983 Di Markas Kodam Metro Jaya. Setelah rapat itu selesai, maka diputuskan akan ada Oprasi Clurit di DKI Jakarta disertai dengan partisipasi ABRI dan kepolisian di berbagai penjuru kota dan provinsi lainnya. Dari sinilah operasi penembakan rahasia dari Pemerintahan Soeharti mulai menjalankan aksinya dalam memberantas kejahatan di berbagai tempat.

2. Akibat Petrus

Akibat Petrus

Akibat dari Penembakan Misterius ini ternyata tidak main – main. Soeharto benar – benar memberantas mereka yang kerap melanggar aturan dan meresahkan masyarakat. Jumlah tercatat yang meninggal yaitu 532 orang tewas pada tahun 1983 yang 367 nya tewas akibat luka tembakan di sekujur tubuh. Pada tahun 1984, Petrus menewaskan 107 orang yang 15 diantranya tewas tertembak juga. Belum berhenti sampai disitu, Pada tahun 1985 Petrus memakan 74 orang korban yang 28 orang tersebut mati dalam keadaan tertembak juga.

Saat ditemukan, para korban Petrus sudah dalam keadaan terikat di bagian tangan dan leher. Para korban jga banyak yang ditemukan berada di dalam  karung yang biasanya ditemukan di pinggir jalan ataupun di sungai, laut hutan maupun kebun. Mereka biasanya akan memata – matai korban jauh – jauh hari sebelum melakukan asli dan kemudian akan menangkap si korban saat situasi sepi. Korban dibawa dan dibuat tak berdaya, di bunuh dan langsung dibuang begitu saja. Mayoritas korban Petrus adalah penjahat dan preman,

Kabarnya juga ada beberapa orang yang tidak berhasil ditemukan karena korban operasi Petrus.

3. Kontroversi Petrus

Kontroversi Petrus

Walaupun pertama – pertama membawa hasil positif karena turunnya angka kriminal yang terjadi di Indonesia secara drastis, lama – lama petrus juga menjadi ditakuti oleh masyarakat. Pasalnya bukan hanya membunuh para preman bertato saja dan para kriminal masyarakat, Petrus diketahui membunuh para masyarakat yang berani mengkritik pemerintah terang – terangan. Mereka akan langsung menangkap orang – orang yang berani mengkritik para pemerintah dan menyuarakan protes mereka kepada pemerintah.

Masalah Petrus ini juga menjadi berita hangat yang menimbulkan pro dan kontra di antara masyarakat. Ada yang berpendapat bahwa Petrus sangat efektif dalam meberantas kejahatan dan juga kriminalitas, ada yang berpandapat cara Petrus dalam memberantas kejahatan dinilai berlebihan apalagi sampai membunuh orang – orang yang protes kepada pemerintah. Kasus petrus juga menarik perhatian Amnesti Internasional yang akhirnya mengirimkan surat ke Indonesia dengan isi menanyakan kebijakan pemerintah atas perintah ini.

Akhirnya organisasi gelap ini hilang seiring dengan turunnya jabatan Soeharto sebagai Presiden. Kabar Petrus si organisasi gelap sudah hilang tanpa jejak sampai sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.