Makhluk Berbulu Di Balik Es

Makhluk Berbulu Di Balik Es

Banyak yang bilang bahwa di antartika di huni oleh seekor makhluk mitologi yang cukup terkenal di dunia, makhluk yang mempunyai ciri seperti monyet ini konon banyak dijumpai oleh orang – orang yang sedang mendaki gunung. Perawakannya yang seperti gorilla berbulu putih namun dengan tubuh yang lebih besar.

Yeti namanya, monster berbulu putih ini hidup di belahan antartika yang ditutupi oleh salju. Konon katanya hewan raksasa berbulu putih ini tinggal di gua yang berada di pegunungan es. Mereka akan memangsa siapapun yang menghampiri gua tersebut. Maka dari itu banyak pendaki yang takut untuk beristirahat di dalam gua.

Berikut adalah beberapa fakta dari yeti yang saya ketahui.

1. Sejarah Yeti

Sejarah Yeti

Pada tahun 1832, ada laporan yang datang dari penjelajah inggris bahwa mereka menemukan makhluk besar yang memiliki bulu lebat terlihat dari pegunungan Himalaya. Dari sinilah rumor tersebar ke masyrakat lalu berubah menjadi mitos. Legenda mun semakin berkembang lalu diberi namalah makhluk ini yeti. Yeti berarti adalah primata bersalju atau primata yang hidup di salju.

 

Yeti adalah seekor primata besar yang menyerupai manusia atau gorilla yang menghuni Pegunungan Himalaya, Nepal di Tibet. Para penduduk menulis kata yeti dengan meh-teh. kata tersebut digunakan sebagai bahasa yang lebih akrab bagi penduduk sana dan juga merupakan bagian mitologi mereka. Bomanche juga kerap disebut oleh orang nepal yang berarti manusia liar atau Kanchanjunga rachyyas yang memiliki arti iblis Kanchanjunga.

 

2. Eksistensi nya Masih Diragukan

Eksistensi nya Masih Diragukan

Keberadaan yeti memang belum ada yang bisa membuktikannya sampai sekarang. Hanya desas – desus dari orang yang mengaku pernah bertemu dengannya. Karena itu banyak yang percaya yeti hanyalah mitos yang dibuat oleh masyarakat setempat. bahkan sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa yeti hanyalah seekor kera biasa yang menghuni gunung himalaya.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi sudah berkembang pesat dan dapat meneliti genetika modern yeti himalaya. Sebagai hasilnya, yeti hanyalah seekor kera himalaya yang sedikit mirip manusia. Yeti terbukti hanyalah dongeng belaka yang sudah ada sejak jaman dahulu kala.

 

3. Pernah Dikirim Tim Penelitian

Pernah Dikirim Tim Penelitian
sebagai salah satu kubu terkuat pada jamannya,pemerintah third reich  pimpinan adolf hitler bersama nazi turun menyelidiki tentang yeti. Mereka memulai ekspedisi dengan bergerak menuju nepal saat belum dimulainya perang dunia ketiga. Tim dari english daily mail pun tak mau kalah dan langsung mengirimkan tim juga kesana pada tahun 1953.

 

Hingga pada suatu saat mucul pendapat dari seorang penjelajah yang menyatakan bahwa yeti hanyalah beruang. Teori inilah yang menyebar dengan cepat dan akhirnya depercaya oleh masyarakat khusunya masyarakat pada tahun 80.

 

Salah satu pendaki asal italia mengaku sudah membunuh sesosok yang diduga adalah yeti pada tahun 1986. Ia berkata bahwa itu hanyalah salah satu spesies beruang yang sudah terancam kepunahannya ataupun beruang tibet atau bisa juga beruang coklat himalaya yang sedang berjalan menggunakan dua kaki

 

4. Proses Pencarian Masih Terus Dilakukan.

Proses Pencarian Masih Terus Dilakukan.

Meski sudah banyak lontaran pendapat dari para peneliti, ternyata banyak yang memanipulasi menggunakan jasad beruang yang telah mati. Meski sudah banyak penelitian yang dilakukan saat ini, tetapi hasil yang didapatkan kurang memuaskan. Masih belum terkumpul bukti bahwa yeti benar benar ada. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa yeti itu ada.

Baca juga : Film Horor Paling Menyeramkan Sepanjang Sejarah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *