Legenda Pembunuh Legendaris, Jack The Ripper

Legenda Pembunuh Legendaris, Jack The Ripper

Di Indonesia sendiri jika anda mendengar kata Sumanto atau pembunuh lainnya mungkn membuat anda ketakutan. Namun di Inggris sendiri terdapat sebuah nama yang bisa membuat para warga merinding ketakutan. Sebuah nama yang berasal dari kebiasaan yang ia lakukan saat sedang mengeksekusi korbannya. Ripper yang berarti merobek ditambahkan ke nama belakang seorang bernama Jack yang suka merobak jasad korbannya dan mengambil organ – organnya.

Namun hingga kini nama Jack masih menjadi nama sementara dikarenakan identitas asli dari pembunuh mengerikan ini belum terungkap sampai hari ini. Ia membunuh korbannya dengan sangat hati – hati dan menghilang tanpa jejak di kesunyian malam. Mereka sudah menemukan 5 orang jasad perempuan dalam kondisi tubuh terkoyak – koyak. Namun publik menduga korban dari Jack sudah mencapai ratusan namun tidak diketahui.

Berikut adalah 5 fakta pembunuh legendaris yang pernah meneror inggris.

 

1. Membunuh Korban hanya Pada Akhir Pekan
1.Membunuh Korban hanya Pada Akhir Pekan

Seorang pembunuh legendaris tidak mungkin jika tidak mempunyai sebuah kebiasaan unik dalam membunuh mangsanya. Diketahui dari hasil – hasil investigasi, Jack mempunyai sebuah  kebiasaan dalam menghabisi korbannya. Terkait soal waktu, Jack hanya akan beraksi membunuh para wanita pada akhir pekan. Entah karena favorit atau motif lainnya, Ia selalu menghabisi sang korban pada pagi hari pada saat akhir pekan.

Polisi pun menyelidiki kasus kematian para korban dan menarik sebuah kesimpulan bahwa Jack adalah seorang pegawai biasa yang memiliki jam kerja di hari biasa atau yang biasa kita kenal dengan weekday. Pola ini terus ia lakukan membuat polisi mendapatkan satu petunjuk tetapi tetap tidak bisa membongkar siapa sosok Jack The Ripper.

Konon, Jack berburu pada pagi hari karena ia tidak mau bertemu kompolotan penjahat lainnya pada malam hari.

 

2. Selalu Mengincar Perempuan
2. Selalu Mengincar Perempuan

Entah karena alasan apa, semua korban yang ditemukan oleh para polisi semua berjenis kelamin perempuan. Pembunuhan Legendaris yang terjadi di London tahun 1880an ini sudah tentu memiliki motif tersendiri. Dari apa yang sudah para ahli simpulkan dari kasus Jack, ia diduga memiliki sebuah kedengkian atau rasa benci terhadap perempuan. Ada juga yang berkata ia adalah seorang dokter yang membenci wanita.

Kenapa mereka bisa menyimpulkan bahwa jack adalah sebuah dokter karena di setiap luka yang terdapat di tubuh korban memiliki sayatan yang sangat rapi. Seorang pegawai biasa tidak mungkin bisa membuat luka yang sangat rapi. Ia juga mampu mengeluarkan organ – organ secara terpisah dari tubuh sang korban. Walaupun sudah sedikit mendapat titik, tapi tetap saja identitas Jack masih berada di balik bayangan.

Korban yang dibunuh Jack selalu berprofesi sebagai wanita penghibur.

3. The Canonical Five
3.The Canonical Five

Saat ini korban dari sang pembunuh legendaris baru dikonfirmasi 5 orang atau yang mereka sebut sebagai canonical 5. Semua korban ini  berjenis kelamin perempuan dan ditemukan dalam keadaan yang mengerikan. Bahkan ada potongan tubuh mereka yang ditemukan terpisah. Mereka memiliki banyak kesamaan seperti salah satunya adalah masing – masing organ mereka ada yang menghilang dan sudah dikoyak.

Mereka juga memiliki sebuah profesi yang sama yaitu bekerja di dunia prostitusi menjadi seorang wanita penghibur. Sepertinya Jack adalah seorang yang sangat membenci wanita dan juga membenci sesuatu yang berbau dengan prostitusi. Semua korban ini diambil potongan organnya dengan sangat rapi.

Jack diduga telah membunuh lebih dari 5 orang.

4. Belasan Orang Telah Tertuduh sebagai Jack The Ripper
4. Belasan Orang Telah Tertuduh sebagai Jack The Ripper

Kasus Jack The Reaper membuat para warga di London menjadi sangat cemas. Ini membuat para aparat kepolisian mengambil langkah untuk mereda keresahan warga. Polisi pun meneteapkan 15 orang tersangka termasuk 1 orang wanita untuk dilakukan penyelidikan. Namun karena bukti – bukti yang kurang memadai, polisi pun tetap kebingungan.

Polisi kemudian memperkecil lingkaran lagi menjadi 3 orang dari 15 orang tersangka. Orang – orang ini memiliki satu kesamaan yaitu sama – sama membenci prostitusi. Namun dari semua itu hanya 1 orang yang berprofesi sebagai dokter. Namun kekecewaan kembali melanda para aparat, walaupun sudah dibantu dengan Lie Detector dan bukti – bukti yang ada tetap saja tidak bisa menemukan siapa itu Jack The Ripper.

Sampai saat ini sudah berlalu 120 Tahun, kasus Jack The Ripper tinggal sebuah dongeng saja yang menceritakan pembunuh berantai tanpa siapa tau dalang dibaliknya.

Baca juga : Film Psikopat Paling Sadis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.