Kota yang Diduga Menjadi Rumah Bagi Satanist

Kota yang Diduga Menjadi Rumah Bagi Satanist

Sebuah kota memiliki banyak aktivitas didalamnya. mulai dari aktivitas rumah tangga, berdagang, bersekolah, bekerja, beribadah dan masih banyak lagi. Karena terlalu banyak, terkadang ada organisasi – organisasi yang beroprasi dibalik bayang – bayang kota yang besar tersebut. Mereka membaur dengan masyarakat normal pada umumnya namun akan berbeda jika sudah berkumpul dengan sektenya masing – masing. Satanist adalah salah satu organisasi gelap yang terkadang ditemukan di kota – kota besar di seluruh dunia.

Satanist adalah kelompok orang – orang yang menyembah setan dan mempercayai setan adalah Tuhan mereka. Tidak sedikit orang yang menganut agama tersebut dan tentu saja agama tersebut menyimpang dari aturan – aturan yang ada. Bahkan ritual penyembahannya pun membuat resah para warga sekitar. Walaupun sudah dilarang, tetapi masih ada beberapa organisasi yang ditemukan di kota – kota besar yang beroprasi secara diam – diam. Mereka juga dikenal suka menghasut orang – orang untuk bergabung dengan sekte mereka.

Berikut adalah beberapa kota yang diduga menjadi rumah bagi para satanist.

1. ST. James, New York

ST. James, New York

Kota yang berjarak 46 Mil dari kota New York ini terkenal akan ST. James General Storenya. Kota yang berada di Long Island ini ternyata sudah lama terdengar kabar simpang siur tentang adanya ritual satanisme. Bahkan disana terdapat sebuah gereja yang didirikan khusus untuk memulai ritual pada ajaran menyimpang mereka. Mereka melakukan ajaran sesat di gereja tersebut hingga terdengar bahwa ritual – ritual mereka sangat menyeramkan dan tidak layak untuk dilakukan orang – orang waras.

Seorang saksi pernah berkata bahwa ritual yang dilakukan sudah tidak normal lagi. Melalui buku diary yang ia tulis, orang itu berkata bahwa ritualnya sangat mengerikan. Pertama – pertama mereka akan mengorbankan hewan dan bermain – main dengan darahnya. Kemudian mereka akan melakukan hal – hal berbau seksual yang sudah tidak layak ditonton. Hal – hal ini sudah biasa mereka lalukan jika sedang melakukan penyembahan terhadap Tuhan mereka yaitu Satan

Kota ini sudah dikenal luas oleh masyarakat sebagai rumah bagi para pemuja setan.

2. Amityville, New York

Amityville, New York

Siapa yang tidak tahu cerita horor legendaris yang diciptakan oleh sebuah rumah yang terkenal mewah pada jamannya? Rumah yang sudah difilmkan dan menjadi sebuah film horor terbaik dan juga rumah yang telah ditangani oleh pasangan Warren’s ini ternyata bukan cuma isapan jari belaka. Terletak pada Long Island, rumah ini menyimpan seribu cerita mulai dari roh – roh halus, iblis sampai kegiatan Satanist yang terjadi di rumah ini. cerita mengerikan rumah ini dimulai pada tahun 1974.

Pria bernama Ronald DeFeo membunuh keenam keluarganya sendiri di rumah tersebut pada dini hari. pada saat ditangkap oleh pihak berwajib, Ronald mengaku telah mendapat bisikan dari setan di rumah mengerikan tersebut. Ternyata kejadian serupa dialami bukan hanya oleh Ronald saja. Kasus pembunuhan pernah terjadi di rumah tersebut oleh seorang pria terhadap kerabatnya sendiri. Menurut pengakuan saksi setempat, pria tersebut adalah salah satu pemuja dari sekte satanist yang ada di wilayah tersebut.

Sampai sekarang rumah ini menjadi salah satu rumah horor paling legendaris sepanjang masa di muka bumi.

3. Victoria, Kanada

victoria, kanada

Pada tahun 1980, aliran satanist sedang marak- maraknya terjadi. Mereka secara terang – terangan mengaku bahwa dirinya adalah bagian dari pemujaan setan. Tempat perkumpulan orang – orang tersebut juga menjamur di berbagai penjuru kota dan menimbulkan banyaknya kasus menyimpang di kota tersebut. Hal ini membuat industrui pertelevisian lokal tergerak untuk menyelidiki kasus tentang satanisme ini lebih dalam lagi. Ternyata mereka menemukan fakta mencengangkan sekaligus mengerikan.

Seorang gadis muda yang juga adalah psikiater menulis sebuah buku berjudul Michelle Remember’s  yang adalah kisah kelamnya sendiri saat berada di kota Victoria. Ia mengatakan bahwa ia mengalami kejadian tidak manusiawi yang dilakukan oleh para pemuja aliran sesat tersebut. Ia berkata bahwa ia dijadikan objek seksualitas bersama dengan para gadis lainnya. Bahkan ia juga mengalami kekerasan dengan alasan bahwa mereka sedang menjalani sebuah ritual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.