Kematian Paling Aneh yang Pernah Terjadi Sepanjang Sejarah

Kematian Paling Aneh yang Pernah Terjadi Sepanjang Sejarah

Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti akan meninggal suatu saat nanti. Mereka akan kembali kepada penciptanya walau tak bisa diprediksi kapan. Dokter yang memvonis pasiennya yang sakit parah pun belum tentu seratus persen akurat. Hanya sang Penciptalah yang tahu kapan sang Hambanya akan berpulang ke sisi – Nya. Banyak cara orang meninggal, bisa karena kecelakaan, bisa karena sakit yang parah, bisa karena pembunuhan, bisa karena bencana bahkan bisa karena sesuatu yang konyol.

Ternyata dibalik semua kesedihan dan kengerian tentang kematian, ada beberapa orang yang meninggal dengan cara aneh bahkan terdengar konyol. Entah kesialan apa yang menimpa mereka, mereka bisa mati karena hal yang tidak terduga yang seharusnya tidak akan bisa membunuh mereka. Bayangkan saja oleh kalian, ada seseorang yang sedang berjalan  – jalan dengan santai namun tiba – tiba ada seekor burung yang membawa kura – kura menjatuhkannya keatas kepala orang tersebut. Orang tersebut mati.

Berikut adalah Kematian Paling Aneh yang Pernah Terjadi Sepanjang Sejarah.

1. Mati Tertimpa Kura – Kura

mati tertimpa kura - kura

Ingin bersedih tapi konyol, ingin tertawa tapi dosa, mungkin inilah yang anda rasakan saat mendengar cerita bagaimana orang ini berpulang ke surga. Seorang dramawan asal Yunani Kuno, Aeschylus harus mati karena ada kura – kura yang menimpa kepalanya. Kejadian ini terjadi sekitar tahun 455 SM dan hebatnya Aeschylus sudah meramalkan bahwa kematian dia karena ada benda yang terjatuh di kepalanya. Benda tersebut ternyata kura – kura tidak bersalah yang kita kenal dengan hewan jinak.

Saat ia keluar rumah untuk berjalan – jalan, naas seorang kura – kura besar harus jatuh ke kepalanya. Kura – kura tersebut dibawa oleh elang pemangsa yang sedang mencari batu untuk memecahkan cangkang kura – kura itu. Tapi bukannya cangkang kura – kura tersebut yang pecah, malah kepala Aeschylus yang pecah. Elang tersebut salah mengira kepala botak Aeschylus adalah batu besar yang kuat. Tanpa pikir panjang elang tersebut langsung menjatuhkannya ke kepala Aeschylus yang malang.

2. Mati Tertimpa Peti Mati

Mati Tertimpa Peti Mati

Peti mati memang identik dengan kematian dan jenazah, tapi siapa sangka peti mati ini menjadi salah satu penyebab orang tewas? Pada tahun 1872, seorang pria yang bernasib buruk harus ikut mati saat sedang menjalankan tugasnya sebagai penopang peti mati. Pria yang bernama Henry Taylor ini merupakan  bagian dari rombongan yang sedang menuju ke pemakaman di Kensal Green, London. Ia membawa peti mati tersebut pada saat keadaan hujan dan licin. Jalan yang ia lalui juga terbilang sempit.

Saat itu, karena jalannya yang sempit, rombongan itu memutar peti jenazah agar jalan sempit itu bisa dilalui. Saat sudah selesai, sang pemimpin rombongan meminta mereka untuk memutar peti mati karena tebalik dan ingin membalikan ke posisi semula. Henry Taylor dengan segera membalikan peti mati tersebut namun naas ia tergelincir saat berputar. Pemegang peti lainnya kaget karena Henry jatuh dan tidak sengaja mejatuhkan peti mati tersebut ke badan Henry yang saat itu ada dibawah.

Henry pun harus ikut mati karena peti mati tersebut menimpa badanya dan meremukan  badannya sampai ia mati.

3. Tersangkut Jenggot Sendiri

Tersangkut Jenggot Sendiri

Kematian satu ini juga terbilang aneh dan juga kasihan. Jenggot yang seharusnya berada jauh dari kaki bisa menjadi salah satu penyebab kematian dari pria satu ini. Seorang walikota diabadikan dalam sebuah Gereja di Braunau am Inn karena kematiannya yang terbilang aneh yaitu menginjak jenggotnya sendiri. Hans Steininger merupakan seorang walikota Braunau yang sudah memimpin selama bertahun – tahun. Hans Steininger dikenal sebagai pria berjanggut panjang oleh orang – orang sekitar.

Hans Steininger tidak pernah memotong janggutnya selama seumur hidup. Panjang jenggot yang ia punya sudah sepanjang kakinya. Namun nasib sial menimpa dirinya pada tahun 1567. Saat itu ia mencoba melarikan diri dari sebuah kebakaran yang melanda Braunau. Namun karena panik, ia melupakan jenggotnya yang super panjang dan menginjaknya. Leher Hans Steininger patah karena ia menginjak janggutnya sendiri. Walau sudah meninggal Hans Steininger diabadikan menjadi sebuah patung dengan jenggot panjangnya yang menjadi ciri khas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.