Gunung Lawu, Misteri Bagi Para Pendaki

Gunung Lawu, Misteri Bagi Para Pendaki

Indonesia memang dianugrahi oleh kondisi bentang alam yang amat luar biasa. Mulai dari laut, gunung bahkan pulau – pulaunya pun menyimpan keindahan surgawi. Terutama adalah gunung – gunung yang ada di indonesia disebut sebagai surga bagi para pendaki. Banyaknya gunung di indonesia membuat para pendaki tidak bosan untuk menjelajahi gunung – gunung yang ada di indonesia.

Namun tahukah anda bahwa dibalik keindahan tersebut, tersembunyi misteri yang masih menyisakan tanda tanya? Gunung lawu adalah gunung yang sampai sekarang dipercaya memiliki sesuatu yang dibalut oleh misteri. Banyak cerita yang muncul dari para pendaki setelah mereka menaklukan gunung lawu. Walaupun merupakan salah satu gunung yang indah namun ternyata gunung lawu menyimpan tanda tanya besar.

1. Sejarah Gunung Lawu

Sejarah Gunung Lawu

Ternyata gunung lawu sudah memiliki sejarah yang terbilang sudah cukup tua. Berawal dari kandasnya kerajaan majapahit pada 1400 M. Raja yang menduduki kursi terakhir pada masa itu adalah Prabu Bharawijaya V. Prabu Bharawijaya V memiliki anak yang bernama Raden Fatah yang seharusnya melanjutkan kedudukan sang ayah.

 

Namun singkat cerita, saat Raden Fatah beranjak dewasa, ia memeluk agama yang berbeda dari ayahnya yaitu agama islam. Kerajaan majapahit yang saat itu sudah mulai rapuh mulai tergeser oleh kerajaan demak yang dipimpin oleh anaknya sendiri. Kenyataan ini mulai membuat Prabu merasa resah.

 

 

Akhirnya Prabu Bharawijaya memutuskan untuk bersemedi dan mendapatkan jawaban bahwa kerajaan majapahit akan berakhir dan kejayaanya akan pindah ke anakya yaitu Raden Fatah alias sang raja kerajaan Demak. Setelah itu Prabu pun mengasingkan diri ke gunung lawu diikuti dengan 2 pengikutnya yang setia.

 

Setelah sang Prabu mencapai puncak Hargo Dalem, Prabu Bharawijaya meninggalkan wasiat menjaga gunung lawu kepada dua pengikutnya dan kemudian ia menghilang. Jasad beliau sampai sekarang tidak bisa ditemukan oleh siapapun.

 

 

2. Dipercaya Terdapat Burung Jalak Gading.

Dipercaya Terdapat Burung Jalak Gading.

Digunung lawu salah satu mitos yang paling populer adalah adanya burung jalak gading.

Burung jalak gading ini dipercaya sebagai salah satu pengikut dari Prabu Bharawijaya V yaitu kyai jalak. Setelah mereka menyelesaikan amanat dari sang Prabu, Kyai jalak berubah menjadi burung jalak berwarna gading dan sunan gunung lawu menjadi makhluk ghaib.

 

Burung jalak gading diperccaya akan menuntun para pendaki yang berniat baik untuk sampai ke puncak gunung lawu. Dengan nyanyiannya ia akan terus menuntun para pendaki ini sampai ke puncak. Namun jika para pendaki itu memiliki niatan buruk, kyai jalak tidak akan menunjukan jalan. Justru mereka akan terkena nasib nahas di tengah perjalanan.

 

3. Terdapat Pasar Setan

Terdapat Pasar Setan

Salah satu misteri yang tidak kalah terkenal adalah adanya pasar setan di gunung lawu. Pasar setan ini konon berada di pos 4 yang terkenal paling seram. Sudah banyak pendaki di indonesia mengatakan bahwa pasar setan ini benar adanya. Pasar setan ini konon muncul saat pendaki ingin beristirahat di pos 4.

 

Pernah ada satu pendaki bercerita tentang pasar setan tersebut. Saat ia sedang beristirahat tiba – tiba ia mendengar banyak langkah kaki dari luar tenda. Saat itu posisi waktu sedang menunjukan pukul setengah 3 pagi dan mustahil juga ada orang selain mereka beraktivitas di gunung itu. Parahnya lagi, saat ia melihat bayangan di tenda, ia melihat samar – samar orang  sedang lalu lalang.

 

Mitos pasar setan pun muncul di salah satu jalur pendakian yaitu Candi Cetho. Walaupun jalur ini paling pendek namun jalur ini sekaligus paling berbahaya. Di jalur Candi Cetho terdapat sebuah lahan luas ditumbuhi dengan ilalang. Disitulah dipercaya pasar setan sering muncul dihadapan para pendaki.

 

Konon katanya jika anda menemui pasar setan, maka anda harus membuang salah satu barang kalian. Selayaknya orang sedang melakukan barter.

 

4. Banyak Pantangan di Gunung Lawu

Banyak Pantangan di Gunung Lawu

Ternyata seiring timbulnya banyak mitos di gunung lawu, maka timbul juga beberapa pantangan jika ingin menaiki gunung lawu. Pertama jangan memakai sesuatu yang berwarna hijau di gunung lawu, jangan membawa rombongan ganjil di gunung lawu bahkan jika anda mandi menggunakan gunung air lawu maka dipercaya dapat memberikan efek positif.

 

Kita sebagai seseorang yang hanya “tamu” di gunung lawu sudah sepatantasnya tidak melanggar aturan disana. Cukup mengikuti pantangan yang ada disana dan tidak berbuat macam – macam. Maka dengan begitu “mereka” yang berada di gunung lawu pun tidak akan menganggu.

Baca juga : Amityville, Rumah Dengan Seribu Kengerian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.