Fakta Dibalik Tuyul, Makluk Tak Kasat Mata yang Bikin Kaya

Fakta Dibalik Tuyul, Makluk Tak Kasat Mata yang Bikin Kaya

Mitos Tuyul Bikin Kaya – Dalam mitologi jawa dan sekitarnya, adalah hantu yang berbentuk kurcaci atau anak kecil berkepala botak yang dipercaya bisa mencuri uang untuk tuannya.  Mitos tentang setan botak pencuri uang telah ada sejak tahun 1890-an, namun istilah tuyul baru muncul pada tahun 1929 setelah krisis ekonomi Depresi Hebat.

Tuyul merupakan mitos yang banyak dipelajari oleh para sejarawan karena masih dipercaya oleh masyarakat modern hingga sekarang. Para ahli sejarah berpendapat bahwa tuyul awalnya muncul sebagai akibat dari kesenjangan sosial antara masyarakat agraris dan tuan tanah serta pedagang, dan bahwa bantuan makhluk halus dianggap sebagai cara termudah untuk menjelaskan semua urusan perdagangan yang semakin rumit bagi masyarakat di pedesaan yang masih tradisional.

Bisakah Tuyul Membuat Kaya?

Tuyul, makhluk astral yang dideskripsikan sebagai sosok menyerupai anak berkepala gundul ini sering disebut-sebut disimpan oleh orang untuk mencari uang dan kaya seketika. Namun, untuk mendapatkan kenikmatan sesaat ini memiliki konsekuensi yang cukup mengerikan bahkan merugikan.

Mitosnya, para pengadopsi tuyul harus rela mempertaruhkan nyawa demi kekayaan yang didapatnya, bahkan menurut cerita turun-temurun pengadopsi bisa mati secara tidak wajar hingga 7 generasi keturunan miskin.

Fakta Dibalik Tuyul, Makluk Tak Kasat Mata yang Bikin Kaya

Ali Ridho, Ahli Spiritual dari Kota Pati, mengungkapkan ada 2 cara mengadopsi tuyul. Pertama, calon majikan harus membayar sejumlah uang kepada dukun penjual tuyul dan kedua memberikan persembahan dari keluarga perempuan untuk menyusui tuyul tersebut.

“Konon dalam akad ritual tuyul nanti seseorang akan diminta memberikan uang tebusan. Yang nantinya akan dijadikan pelawangan (akad) di tempat pertuyulan. Dan dia atau istrinya harus menyusui tuyul tersebut. Karena tuyul hanya makan dari susu ibunya dan tidak bisa diwakilkan, ”jelas Ali.

Tuyul angkat tidak lantas mengambil uang sembarangan. Uang yang diambil biasanya sesuai dengan nominal kontrak awal. Misalnya, pengadopsi / majikan membayar dukun bayi dengan Rp. 100.000, kemudian tuyul hanya akan mengambil Rp. 100.000, bukan uang dengan nilai nominal lain.

Kontrak yang berjalan antara majikan dan tuyul adalah seumur hidup. Kontrak akan berakhir hanya jika majikan meninggal. Jika korban tidak mau menyusui tuyul tersebut, berarti majikan telah melanggar kontrak dan dapat mengakibatkan tuyul tersebut marah dan akan mengambil semua harta benda yang pernah diambilnya.

Selain itu, kemungkinan terburuk adalah majikan akan mati secara tidak wajar. “Akibat lainnya juga mempengaruhi keturunan majikan, biasanya hingga 7 generasi. Keturunannya bisa miskin, karena diyakini dari aliran rejeki 7 keturunan sudah diambil orang tuanya, ”tambah Ali.

Semoga bermanfaat.

Baca juga: Legenda Tuyul, Si Pencuri Uang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *