Ciri Orang Terkena Pelet & Cara Mengatasinya

Ciri Orang Terkena Pelet & Cara Mengatasinya

Pelet adalah suatu ilmu yang sudah dikenal turun temurun dan membudaya di tanah air. Pelet biasanya dilakukan oleh seseorang untuk memikat lawan jenisnya agar mau dijadikan kekasih.

Caranya beragam, misalkan dengan meletekan bunga atau sesajen ke rumah target. Bisa juga berupa makanan, gamabar atau juga foto via telepon genggam.

Baca juga: 5 Hewan yang Terkait dengan Dunia Mistis

Nama pelet bersumber dari Nini Pelet, seorang perempuan yang dikenal bisa menaklukkan raja-raja Jawa setelah mencuri Kitab Mantra Asmara ciptaan Ki Buyut Mangun Tapa.

Untuk bisa menguasai ilmu ini, seseorang harus melakukan berbagai hal seperti berpuasa dari makanan tertentu selama beberapa lama, membaca mantra dalam kondisi tertentu dan jumlah tertentu.

Bagi mereka yang sudah terkena pelet biasanya dapat terlihat dari beberapa ciri.

-Tidak Tenang

-Hilang Nafsu Makan

-Menyendiri dan menghindari berkumpul dengan orang lain

-Sakit kepala atau sakit di bagian tubuh tertentu. Namun ketika bertemu dengan seseorang, sakit itu akan segera hilang

-Berhalusinasi dan merasa melihat sesuatu

-Mimpi buruk dan tidak jarang bermimpi berhubungan badan dengan orang yang itu-itu saja

-Selalu memiliki hasrat bertemu dengan orang yang sama, bahkan bisa mendadak merindukan orang tersebut hingga menangis

-Bersedia melakukan apa pun

Jika ciri-ciri di atas itu terjadi pada orang sekitar, maka bisa jadi orang tersebut sudah terkena pelet.

Jika sudah demikian, maka sebaiknya yang harus dilakukan adalah:

-Membawa ke orang pintar atau Kyai terdekat. Hal ini agar si pasien atau yang terkena pelet bisa didoakan atau dibacakan ayat-ayat khusus dengan tujuan menghilangkan ilmu pelet yang menyerangnya.

-Memberi tanaman untuk dikonsumsi, seperti buah kurma, daun bidara, minyak zaitun, dll. Ada kepercayaan bahwa tanaman-tanaman ini berkhasiat untuk mengusir ilmu pelet yang sudah menggerogoti pasien.

menurut Kanjeng adipati Ari Gunawan, salah satu bagian dari Kasultanana Surokarto Hadiningrat, pelet sebenarnya ilmu pengasihan. Ciri utama orang terkena pelet atau pengasihan adalah enggan mendengar nasihat orang tua.

Dia juga menyebut selain itu orang yang terkena pelet logikannya tidak jalan, pandangan kosong, sikap dan tigkahnya di luar akal sehat.

Ia menyebut orang yang terkena santet paling lama 40 hari. Namun hal itu juga tergantung iman dan pikiran orang tersebut. Jika orang yang dipelet memiliki iman yang kuat, maka sulit terkena pelet.

Itulah informasi tentang ciri orang yang dipelet dan cara mengatasinya.
Semoga bermanfaat.

Baca juga:7 Pantangan Bagi Pengguna Ilmu Pelet Putih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *