Alasan Rumah Sakit Ariya Medika Ditutup Kini Menjadi Angker!

Alasan Rumah Sakit Ariya Medika Ditutup Kini Menjadi Angker!

Informasi lengkap dan buat janji di RS Ariya Medika. Biaya, tindakan medis,  daftar dokter, selengkapnya.

primbon.org – Rumah sakit adalah sebuah tempat di mana orang-orang yang sakit dirawat untuk mendapatkan kesembuhan. Rumah sakit juga tak jarang menjadi tempat terakhir seseorang menjalani kehidupannya di dunia ini. Oleh karena itu, kita dapat menemukan ruang khusus bagi mereka yang telah meninggal.

Ruang tersebut dikenal dengan nama kamar mayat. Ruangan ini menjadi salah satu ruangan yang paling ditakuti oleh siapa pun yang berkunjung ke rumah sakit. Kehadiran mayat-mayat yang ada di ruang tersebut tentu saja membuat bulu kuduk siapa pun bakal berdiri. Hal itu pula yang menyebabkan rumah sakit menjadi salah satu tempat paling angker di dunia.

Sejalan dengan hal itu, berbagai kisah horor dan penampakan pun mulai bermunculan. Berikut ini ada beberapa kisah horor dari rumah sakit yang ada di Jatake Tangerang. Pengalaman mistis ini dialami langsung oleh pasien maupun kerabat pasien dan juga warga setempat.

Kalau begitu, langsung aja kita telusuri bareng kisah ke angkeran rumah sakit di tangerang ini!

LSM KPK

Sekertaris Jenderal Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaedi angkat bicara soal video viral sekelompok anggota LSM Komunitas Pengawas Korupsi (KPK) yang melabrak seorang dokter di Rumah Sakit (RS) Arya Medika, Tangerang. LSM KPK tersebut mengamuk lantaran RS Arya Medika dianggap menolak pasien yang tengah sekarat hingga akhirnya meninggal.

Menurut Adib, dokter RS Arya Medika dalam hal ini tidak sepenuhnya bersalah. “Jadi pasien itu datang dari rumah sakit yang sebelumnya di rumah sakit Hermina Bitung. Dari Hermina dengan kondisi yang memang sudah dalam keadaan koma,” kata Adib saat dihubungi JawaPos.com, Jakarta, Minggu (15/10).

Adib menuturkan, setiap rumah sakit memiliki pelayanan dan fasilitas yang berbeda. Begitu juga pelayanan di RS Hermina belum bisa menangani pasien tersebut, karena masuk kedalam kategori rumah sakit tipe C. Sehingga, pasien harus dirujuk ke rumah sakit lain yang mempunyai pelayanan lengkap dan memadai atau rumah sakit dengan kategori tipe B.

BACA JUGA : Berikut 6 Sekolah Ter Angker Di Indonesia

“Cuma memang dirujuknya pasien ini dibawa oleh keluarga pasien sendiri. Kalau di Tangerang kan Hermina tipe C mungkin dirujuknya ke tipe B atau rumah sakit yang lebih besar,” ucap Adib.

Lantas, pasien tersebut dibawa keluarganya ke rumah sakit Arya Medika. Pihak keluarga pasien pun menayakan kepada dokter terkait kondisi pasien yang saat itu tengah memburuk.

Namun, lanjut Adib, RS Arya Medika juga ternyata tidak memiliki fasilitas lengkap sebagaimana yang dibutuhkan pasien. “(RS) Arya Medika minta ini harus segera dibawa ke rumah sakit yang memang memiliki fasilitas lebih lengkap. Karena Arya Medika juga sama tidak memiliki fasilitas itu. Di dalam perjalanan menuju rumah sakit yang dituju kemudian pasien meninggal di mobil,” ungkap Adib.

Adib mengungkapkan, saat itu rumh sakit Arya Medika memang tidak menolak pasien yang sedang keadaan memburuk, tetapi memang tidak punya fasilitas untuk menangani pasien tersebut. Sehingga, dokter menganjurkan untuk segera dibawa ke rumah sakit yang lebih baik atau rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap.

BACA JUGA : Cerita Mistis Pengendara Di Jalan Alas Roban

“Arya Medika nggak menolak, karena memang nggak punya fasilitas lengkap. Sehingga pasien harus segera dibawa ke rumah sakit yang lebih baik dan keluarga pun sudah paham dengan hal itu,” tutur Adib.

Terkait nasib pasien yang akhirnya meninggal, Adib mengaku bahwa rumah sakit Arya Medika memang memiliki fasilitas terbatas sehingga akhirnya menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit yang lebih baik fasilitasnya.

“Seperti halnya pada saat pasien harus butuh ICU, tapi kita tidak punya ICU itu harus dirujuk ke rumah sakit yang punya ICU,” ujar Adib.

Mengetahui ada pasien meninggal, sejumlah anggota LSM KPK lantas mendatangi RS Arya Medika. Mereka bahkan melabrak salah seorang dokter untuk meminta pertanggungjawaban.

Sejauh ini, lanjut Adib, IDI Banten tengah mencari audit medis pasien tersebut untuk melihat penyebab sebenarnya keadaan pasien hingga akhinya tewas di jalan.

“IDI Banten akan mencoba melakukan audit medis terkait kondisi sebenarnya pasien itu seperti apa. Kita juga belum dapat kabar seperti apa dia koma, dan dilakukan tindakan apa,” ujarnya.

“Saya minta laporan juga audit medisnya dari pihak rumah sakit, dari prosedur pelayanan yang sudah dilakukan dengan keterbatasan sarana yang ada di Arya Medika maka dia kemudian meminta pasien itu kepada rumah sakit yang lebih lengkap sarananya,” tandas Adib.

 

TERIMAKASIH SEMOGA BERMANFAAT.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.