4 Perbedaan Antara Vampir Cina dan Vampir Barat

4 Perbedaan Antara Vampir Cina dan Vampir Barat

Perbedaan Vampir Cina dan Vampir Barat Vampir merupakan sosok makhluk yang digambarkan suka meminum darah. Hantu ini ada yang berasal dari Barat dan ada pula yang berasal dari mitologi Cina. Lalu apa perbedaan keduanya?

Awal Mula

Vampir Tionghoa memiliki nama dengan julukan Jiangshi / Geungsi dari Tiongkok dan Hong Kong. Vampir ini bisa disebut sebagai zombie, bukan zombie seperti di film Walking Dead, melainkan zombie voodoo. Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, salah satu penyebab arwah orang yang meninggal bisa marah dan menyimpan dendam adalah karena tidak dikuburkan di kampung halaman. Akhirnya, anggota keluarga yang meninggal tersebut menggunakan jasa seorang pendeta Tao untuk memandu jenazah kembali ke kampung halamannya

Sedangkan kisah vampir barat hadir dalam berbagai versi, sebagian besar terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah kisah fantasi vampir dari sisi komposisi fiksi seperti novel karya Bram Stoker berjudul Dracula yang terbit pertama kali pada Mei 1897. Tokoh Drakula ini diduga terinspirasi dari seorang pangeran Rumania bernama Vlad Tepes (1431 – 1476) yang bertarung melawan kekaisaran Ottoman. Bagian kedua, berdasarkan keyakinan agama masyarakat, kesalahan dan tuduhan kepada orang yang telah meninggal. Seperti saat jenazah yang dimakamkan tidak mengalami kerusakan atau pembusukan, bahkan saat kuburan dibongkar kondisi jenazah masih utuh dengan darah mengalir dari mulut.

4 Perbedaan Antara Vampir Cina dan Vampir Barat

Penampilan

Vampir Cina memiliki penampilan tradisional dengan mengenakan pakaian resmi pejabat pemerintah di Dinasti Qing yang disebut Changshan. Pada abad ke-17, gaya berpakaian ini diwajibkan oleh pejabat Han di negara Manchuria. Changshan biasanya digunakan dalam pernikahan, pemotretan, dan acara formal Tionghoa lainnya. Pakaian ini juga digunakan sebagai pakaian jenazah untuk dikuburkan.

Sedangkan vampir barat terlihat lebih rapi. Mereka memiliki wajah yang cantik dengan penampilan yang modis. Seringkali hidup bersama manusia dan menyembunyikan identitasnya, yang membedakan adalah mereka memiliki wajah yang lebih pucat dibanding manusia pada umumnya.

Kelemahan

Keduanya sama-sama takut pada matahari. Vampir Barat bahkan bisa dihancurkan dengan pembakaran langsung. Dalam film China, makhluk ini juga dihadapkan pada banyak jimat dan doa, serta takut dengan air suci dan nasi yang telah didoakan. Lucunya, vampir Cina juga bisa dihindari dengan menutup nafas karena mengejar apapun yang bernafas. Biasanya dia dapat diatasi dengan ditidurkan kembali dengan meletakkan jimat di dahinya dan tidak melepaskannya atau dia akan ‘kembali’.

Vampir Barat akan takut pada orang yang memakai salib dan kalung bawang putih. Mungkin biar tidak bisa menggigit leher karena bawang putihnya rasanya tidak enak dimakan. Selain itu bisa dihancurkan dengan peluru, tombak, panah dan senjata lain yang sudah dilapisi air suci perak.

Cara Menyerang

Baik dari Eropa maupun China, sama-sama bisa menyerang manusia. Makhluk penghisap darah dari Eropa ini memiliki kekuatan untuk bergerak dengan cepat, dapat terbang dan menggigit korbannya untuk menghisap darah. Sedangkan dari Tiongkok, mereka menyerang manusia dengan cara melompat-lompat dengan kedua tangan terangkat ke depan. Terkadang ada yang bisa terbang.

Itulah 4 perbedaan antara vampir Cina dan Vampir Barat.
Semoga bermanfaat.

Baca juga: Vampir, Hantu Penghisap Darah dengan Taring Panjang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *